Siapa Aku?
Manusia adalah mahluq Allah yang terbuat dari tanah dan
berikan ruh olah Allah. Kemudian manusia dilengkapi dengan potensi hati, akal,
dan jasad. Hati dan akal adalah potensi yang menyebabkan manusia memiliki kedudukan
lebih tinggi dibandingkan dengan makhluq lainnya.
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya
dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan
keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan
meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali
bersyukur. (QS As Sajdah:7-9)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para
malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, (QS. Al Hijr:28)
Untuk Apa Aku Ada?
Ada dua tujuan penciptaan manusia yang saling terkait yaitu
dijadikan khalifah dimuka bumi dan untuk beribadah kepada Allah. Tidak ada
tujuan lain! Semua aktivitas, semuanya harus dalam rangka kedua peran kita ini.
Sebagai khalifah dan sebagai hamba Allah.
Untuk itu, Allah sudah membeli kita semua dengan potensi
yaitu hati, akal, dan jasa yang cukup untuk memikul dua tugas ini. Selama kita
memanfaatkan semua potensi yang kita miliki, kedua tugas ini akan terlaksana
dengan baik.
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz Dzaariyaat:56)
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka
berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang
akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih
dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al Baqarah:30)
Akan Kemana Aku?
Bukan hanya menuju anak-anak bagi bayi. Bukan hanya menuju
remaja bagi anak-anak. Bukan hanya menuju dewasa bagi remaja. Bukan pula hanya
menjadi tua bagi Anda yang sudah dewasa. Seungguhnya, tujuan pasti setiap
manusia itu adalah kampung akhirat. Dan hanya ada dua pilihan kampung akhirat,
yaitu syurga (Al Jannah) dan neraka (An Naar).
Kita memilih yang mana? Tentu saja, bagi kita orang yang
beriman, kita berharap mendapatkan balasan syurga dari Allah. Syaratnya adalah
hidup kita sesuai dengan tujuan keberadaan kita, yaitu sebagai khalifah dan
beribadah kepada Allah.
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh,
maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang
mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka
adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan
ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu
kamu mendustakannya.” (QS As Sajdah:19-20)
Kesimpulan
Mudah-mudahan, setelah kita memahami siapa kita, mengapa
kita ada, dan mau kemana kita nanti, pikiran kita tidak galau lagi karena
bingung tentang jati diri. Kini sudah jelas, apa yang perlu kita jalani dan
konsekuensinya ke depan. Dan inilah fokus kita saat ini, yaitu menjalani hidup
untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr:18)
Insya Allah akan ditambahkan pembahasan tentang jati diri
lebih jauh lagi pada artikel-artikel mendatang.





